Apa Benar Snapchat Hapus Akun Trump?

Snapchat

Perusahaan di balik Snapchat, Snap Inc, mengatakan tidak akan lagi mempromosikan akun Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di bagian Discover.

Hal ini disebabkan komentar pedas yang dibuat Trump pada pekan lalu, membuat akunnya tidak memenuhi syarat untuk ada di bagian kurasi konten baru tersebut.

“Kami tidak akan memperkuat suara yang menghasut kekerasan rasial dan ketidakadilan dengan memberikan mereka promosi gratis di Discover,”

“Kekerasan rasial dan ketidakadilan tidak memiliki tempat di sini, dan kami berdiri bersama dengan semua orang yang mencari perdamaian, cinta, kesetaraan, dan keadilan di Amerika,” demikian keterangan yang tertulis.

Kendati demikian, Snap mengungkapkan akun Trump tetap bisa diakses oleh semua orang.

CEO Snapchat Buka Suara

Snap tidak merinci komentar Trump yang dianggap menghasut. Namun Chief Executive Officer (CEO) Snap, Evan Spiegel, mengatakan kepada para karyawan melalui sebuah memo, ia akan “mengikuti pembicaraan” pada konten yang memecah belah, serta “peninggalan kekerasan rasial dan ketidakadilan di Amerika”.

“Bagian Discover adalah platform kurasi, tempat kami memutuskan apa yang kami promosikan”. Keputusan Snap menghapus konten Trump dari Discover dibuat pada akhir pekan lalu.

Sementara Snap tidak merinci konten yang dimaksud, Twitter pada pekan lalu memicu kehebohan dengan menempatkan label pada beberapa twit Trump.

Twit tersebut ditandai karena dianggap melanggar aturan tentang informasi yang menyesatkan dan mengagungkan kekerasan, termasuk menggunakan frasa yang dituduh rasial “ketika penjarahan dimulai, penembakan dimulai”.

Di sisi lain, Facebook menolak mengambil tindakan apa pun terhadap unggahan yang sama. Hal ini memicu protes dari para karyawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *